Cephalosporin C merupakan perkusor utama dalam sintesis antibiotik semi-sintetik cephalosporin. Cephalorin C secara alami di produksi sebagai metabolite sekunder pada fungi Acremonium sp.(Brakhage.1998, Sorookhani 2007). Salah satu ciri dari senyawa ini adalah adanya cincin β-lactam yangmenyusun struktur kimianya sehingga dapat dikelompokkan sebagai salah satu derivat β-lactam, bersama-sama dengan penicilin, cephamycin, cephabacin, chitinovorins, asam clavulanic, thienamycins, asam olivanic, epithienamycins, nocardicines, monobactams . (Brakhage.1998). Seperti senyawa derivat β-lactams lainnya, cephalosporin C memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri (antibakteri) dan telah dikembangkan sebagai bahan antibiotika dalam skala industri. Beberapa merek antibiotika dengan bahan aktif turunan dari cephalosporin C adalah zinacef, Ceklor, Evacef, Helicef, Neucef, Fixitil, Velocef, Cefizox, Ceformec (Solangi.et.al. 2007).
Cephalosporin C pertama kali ditemukan pada fungi Acremonium chrysogenum (syn. Cephalosporium acremonium), yang diisolasi oleh Giusepp Brotzu dari air laut di Cagliari Italia, pada tahun 1945 (Tolnick et.al.2004, Brakhage.1998 ). Sebenarnya fungi Cephalosporium acremonium botzu yang ditemukan tersebut, akan digunakan untuk memproduksi penisilin N, metabolit sekunder yang juga ditemukan Cephalosporium acremonium botzu. Namun pada proses selanjutnya diketahui bahwa fungi ini juga mengandung senyawa lain yang juga derivat β-lactam. Mengingat penisilin hanya memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram + namun tidak pada bakteri gram – (prescott.2008), Acremonium chrysogenum mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram + dan gram – terutama Staphylococcus aereus dan Salmonella typhi (Tolnick et.al.2004,),. Senyawa cephalosporin C akhirnya berhasil diisolasi dan dipurifikasi oleh Abraham et.al dan struktur kimianya dinyatakan oleh Abraham dan Newton pada tahun 1961.(Brakhage.1998, Tolnick.2004).
Selain pada Acremonium chrysogenum , cephalosporin C juga telah diketahui dihasilkan oleh Acremonium strictum, Emericellopsis minima, Acremonium persinicum, Emericellopsis salmosynnemata (Cephalosporium salmosynnemata telemorph) (Sarookhani.2007), Streptomyces clavuligerus, dan Flavobacterium sp.(Brakhage.1998, Tolnick.2004.) Namun dalam dunia industri farmasi, Acremonium chrysogenum (syn. Cephalosporium acremonium) tetap digunakan sebagai bahan kultur utama dalam proses fermentasi untuk menghasilkan cephalosporin C.
tugasku... tugasku ... kau sukses memaksaku begadang pada hari-hari itu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar